Pengertian Warisan Atau Ahli Waris

By On Senin, Desember 10th, 2018 Categories : PAI

Pengertian Warisan Atau Ahli Waris – Pengertian warisan dalam hal ini adalah sebuah proses berpindahnya atas hak dan kewajiban atas segala sesuatu yang berhubungan dengan harta ataupun tanggungan dari orang yang telah lama meninggal dunia kepada anggota keluarganya yang masih sehat / masih hidup.

Menurut (QS. 4/An – Nisa’: 33), masing – masing dari kelompok laki – laki dan perempuan, anda sudah menetapkan siapa para ahli waris atas apa – apa saja yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya maupun karib kerabatnya. Dan orang – orang dimana anda telah bersumpah setia terhadap mereka, maka berikanlah kepada mereka bagiannya masing – masing. Allah Maha menyaksikan terhadap segala sesuatu.

Nah kata warisan berasal dari Bahasa Arab yaitu ‘Al – miirats’ merupakan salah satu wujud ‘masdar’ / ‘infinititif’ dari suku kata ‘waritsa’ ‘yaritsu’ ‘irtsan’ ‘miiraatsan’ yang mengandung arti berdasarkan sudut pandang bahasa adalah proses berpindahnya sesuatu yang semula dari seseorang kepada orang lain atau dari sekelompok kaum kepada kaum lainnya.

Masalah – Masalah Warisan

  1. Menurut Al – Gharawain atau Umariyatain, kemungkinan ada 2 masalah dalam warisan adalah sebagai berikut : Apabila seseorang sudah meninggal dunia yang hanya meninggalkan ahli waris : Suami, Ibu dan Bapak. Jika seseorang yang meninggal dunia ahli waris : Istri, Ibu dan Bapak.
  2. Menurut ‘Al – Musyarakah’ (disyariatkan) dapat diartikan dengan istilah ‘himariyah’ (keledai) dan ‘hajariyah’ (batu). Persoalan yang dibahas dalam Al – Musyarakah adalah khusus untuk menyelesaikan masalah – masalah kewarisan antara saudara seibu (dalam hal ini adalah saudara seibu laki – laki dan perempuan sama saja), dengan memasukkan saudara laki – laki seibu sebapak, maka untuk lebih jelasnya bisa dikemukakan lebih kuat bahwa kasus – kasus Al – Musyarakah terjadi jika ahli waris hanyalah terdiri dari : suami, ibu, atau nenek, saudara seibu lebih dari 1, dan saudara seibu sebapak.
  3. Masalah – masalah ‘datuk’ dengan saudara – saudaranya. Dalam hal ini yang dimaksud dengan saudara adalah : 1. Saudara laki – laki anda dengan saudara perempuan seibu sebapak. 2. Saudara laki – laki sebapak dan saudara perempuan sebapak. Masalahnya adalah masalah yang dihadapi datuk dengan saudara – sudaranya ada 2 macam yaitu ahli waris yang tinggal, dimana setelah usai tahap hijab maka hanya terdiri dari datuk dan saudaranya saja. Yang kedua adalah ‘shahibul fardh’ (merupakan ahli waris yang porsi pembagiannya sudah ditentukan).
  4. ’Aul’ dalam Bahasa Etimologi mengandung arti ‘irtifa’ yang artinya mengangkat. Suku kata aul kadang – kadang cenderung memberikan arti sebagai tindakan aniaya / curang. Secara istilah Etimologi, aul adalah sebuah kondisi dimana terjadi penambahan saham ‘dzawil furudh’ dan mulai berkurangnya jumlah penerimaan warisan diantara mereka. Atau kondisi bertambahnya jumlah bagian tertentu yang sudah disepakati bersama dengan berkurangnya bagian dari masing – masing waris. Aul muncul apabila terjadi angka pembilang lebih besar dibandingkan dengan angka penyebut misalnya 8/6, sedangkan dalam kasus – kasus tertentu biasanya harta selalu dibagi dengan kelengkapan penyebutnya, namun sekali lagi jika kondisi ini dilakukan meskipun diketahui ada kesenjangan pendapatan. Sekaligus memicu munculnya persoalan baru bersangkutan.
  5. ’Radd’ dalam Bahasa Etimologi artinya mengembalikan kepada yang berhak atau memulangkan kembali dimana radd menurut istilah Terminologi merupakan proses mengembalikan apa – apa saja yang tersisa dari bagian dzawul furudh nasabiyah kepada mereka yang dianggap sesuai dengan kondisi besar kecil bagian mereka jika orang lain yang diberi hak untuk menerimanya. Masalah radd akan terjadi apabila kondisi pembilangan lebih kecil dibandingkan dengan penyebut yaitu 23/24. Pada dasarnya merupakan kebalikan dari masalah aul di atas.

Demikian kami mengulas tentang postingan kali ini berjudul pengertian warisan dan ahli waris, semoga mampu memberi manfaat bagi para pembaca.

Pengertian Warisan Atau Ahli Waris | ilmuhewan | 4.5