Pengertian Dan Proses Terjadinya Transformasi Genetik

By On Jumat, Januari 11th, 2019 Categories : Biologi

Pengertian Dan Proses Terjadinya Transformasi Genetik – Gabungan ilmu di dalam ‘rekayasa genetika’ saat ini dikembangkan dengan tujuan untuk mengumpulkan dan membangun ‘gen’ sebagai salah satu fungsi ‘transformasi genetik’. Dimana diketahui bahwa sistem dalam transformasi genetik akan mempunyai 3 komponen utama yaitu :

  • Sebuah mekanisme yang bermanfaat untuk mengenalkan DNA asing agar bisa masuk ke dalam sel – sel target.
  • Sebuah metode yang berfungsi untuk mengidentifikasi lalu menyeleksi sel – sel yang berubah.
  • Sebuah sel atau jaringan yang pas dimanfaatkan sebagai media transformasi.

3 komponen di atas merupakan faktor utama penunjang keberhasilan dalam melakukan proses transformasi spesies jenis apapun pastilah ketergantungan dengan 3 komponen tersebut di atas.

Masing – masing komponen harus dioptimalkan sehingga mampu mengikuti perkembangan teknologi sekarang ini yang semakin canggih dan menjadi suatu aktivitas rutin untuk dilakukan.

Adapun tujuan akhir dari sebuah proses transformasi adalah mengenalkan sifat – sifat baru ke dalam individu. Sifat – sifat yang diinginkan terdapat dalam masing – masing individu yang ‘kompatibel’ secara seksual, maka dari itu transfer sifat merupakan salah satu alternatif pertama yang wajib dilakukan melalui persilangan dan seleksi cukup selektif dilakukan pada tahap pemulihan yang bersifat ‘konvensional’ terhitung ditemukan dan sudah dikembangkan sejak abad ke 19.

Adalah Jagung (Manis), Kedelai (Modern), varietas Gandum, Kapas, dan juga Sapi, Babi maupun Unggas dimanfaatkan dalam dunia pertanian guna memberikan konsumsi terhadap dunia dimana pada langkah awal rata – rata diperoleh melalui jalur dengan mengaplikasikan metode tradisional seleksi dan persilangan.

Meskipun mengalami kemajuan yang cukup pesat, sayangnya perbaikan yang dilakukan dengan cara genetik konvensional ini mempunyai banyak keterbatasan terutama pada ciri – ciri terhadap spesies tertentu yang kompatibel secara seksual.

Contohnya adalah pada tanaman Kacang – Kacangan, terdapat beberapa spesies yang mengandung zat Asam Amino tercampur dengan Sulfur di dalamnya.

Tetapi Kacang – Kacangan itu sendiri menurut teori alam masih kekurangan kandungan Lisin sementara pada faktor yang lainnya Beras atau Padi kaya akan kandungan zat Lisin namun pada sisi lain kekurangan Asam Amino dengan kandungan Sulfur.

Tentu saja dalam kondisi tersebut di atas tak mungkin dilakukan persilangan secara alami maka pemulihan tanaman yang bersifat tingkat konvensional tak akan mampu melakukan pengembangan ladang Kacang dengan varietas baru yang mempunyai tingkat kandungan zat Lisin dalam jumlah yang cukup tinggi yaitu ‘kulticar’ Padi dengan zat Asam Amino yang mengandung Sulfur.

Sedangkan pada sisi lain, transformasi genetik memungkinkan terjadinya pertukaran gen antar organisme meskipun dalam porsi yang dibatasi karena adanya ketidakcocokan dalam hubungan dengan seksual.

Kacang – Kacangan dalam varietas baru banyak mengandung gizi serta terhadap varietas beras saat ini sudah mampu dikembangkan dengan mengaplikasikan kemajuan rekayasa genetika.

Alat dasar di dalam melakukan transformasi genetik enzim digunakan untuk tujuan memotong DNA pada area tertentu disertai proses ‘legases’ yang akan ‘mengkatalisis’ proses penggabungan fragmen DNA dimana dengan memanfaatkan ‘enzim restriksi’ yang tepat maka diharapkan memungkinkan terjadinya proses pemotongan lingkaran DNA ‘plasmid bakteri’ yang nantinya akan menyebabkan terjadinya proses ‘melinearisasi’.

Proses terjadinya transformasi genetik tersebut di atas memungkinkan ligase untuk mendorong terjadinya penambahan ‘fragmen’ DNA yang mempunyai kandungan pas untuk tergabung dengan ‘plasmid linierisasi’.

Dalam kondisi yang memungkinkan maka ujung – ujung dari plasmid akan ditambahkan ke dalam fragmen DNA kemudian bisa bergabung guna memperoleh atau menciptakan plasmid lingkaran baru dengan dilengkapi sejumlah modifikasi DNA.

Plasmid – plasmid yang baru tersebut selanjutnya diperkenalkan oleh bakteri khusus melalui sebuah proses yang diberi nama proses ‘elektroporasi’ dimana sekumpulan bakteri akan dimanfaatkan dalam melakukan proses elektroporasi menjadi berjalan lancar. Bakteri – bakteri ini juga berguna dalam proses ‘transfer transgen’ ke dalam spesies yang diharapkan.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat saja tentang pengertian transformasi genetik, semoga bisa dengan mudah dipahami oleh para pembaca.

Pengertian Dan Proses Terjadinya Transformasi Genetik | ilmuhewan | 4.5