Pengertian Dan Proses Terjadinya Hujan

By On Selasa, November 6th, 2018 Categories : Lingkungan

Pengertian Dan Proses Terjadinya Hujan – Anda semua pasti sudah sering mendengar dan mengetahui tentang apa itu hujan. Terutama sekali bagi anda yang tinggal di Indonesia khususnya Bogor, Purwokerto, dan Purwakarta sangat sering terjadi hujan.

Pengertian Dan Proses Terjadinya Hujan

Pengertian Dan Proses Terjadinya Hujan

Meskipun demikian, terutama untuk anak – anak apakah mengerti tentang hakekat hujan yang sebenarnya apa ? Nah melalui artikel kami kali ini akan mengulas dengan singkat mengenai pengertian dan proses terjadinya hujan.

Baca Juga :

Pengertian Hujan

Apakah makna hujan itu ?

Yang dimaksud dengan hujan adalah sebuah proses ‘presipitasi’ yaitu suatu proses dimana jatuhnya beberapa jenis zat cair yang memiliki asal dari atmosfer Bumi dengan bentuk atau wujud cair atau beku lalu turun ke permukaan Bumi pada waktu – waktu tertentu. Dalam proses ini, hujan memerlukan atmosfer terutama untuk tujuan menemukan suhu yang sesuai dengan letak dari titik – titik leleh es di dekat atau di atas dari permukaan Bumi.

Hujan adalah sebuah fenomena alam yaitu ‘kondensasi’ yang mengandung makna adalah sebuah peristiwa terjadinya perubahan terhadap suatu zat atau benda ke dalam zat atau benda lainnya dalam satu lingkungan. Dimana secara umum proses hujan merupakan sebuah proses terjadinya perubahan uap air di atmosfer Bumi menjadi butiran – butiran cair atau air yang berjatuhan ke permukaan Bumi.

Proses Terjadinya Hujan

Nah setelah anda memahami dan mengetahui tentang penjelasan secara singkat mengenai makna hujan, maka selanjutnya adalah akan membahas tentang proses terjadinya hujan.

Secara singkat akan kami uraikan tentang proses terjadinya hujan bisa dibagi menjadi 4 tahapan yaitu sebagai berikut :

1. Melalui bantuan panas Matahari

Seperti diketahui bahwa Matahari adalah faktor utama guna terciptanya hujan pada permukaan Bumi, tanpa bantuan dari pemanasan Matahari maka suatu daerah akan jarang turun hujan. Sinar Matahari yang panas diketahui akan memunculkan efek tertentu terhadap air di Bumi yaitu kali / sungai, telaga, danau, laut hingga samudra yang bertujuan untuk melakukan proses penguapan ke udara, juga panas dari Matahari dapat menyebabkan munculnya penguapan melalui manusia, hewan, tumbuh – tumbuhan hingga benda – benda yang lainnya mengandung kadar air dalam jumlah besar.

2. Melalui pemadatan uap air oleh suhu yang tinggi

Yang kedua adalah setelah air yang ada di seluruh Bumi naik / tersedot ke atas yaitu langit / angkasa lalu butir – butir air tersebut akan melalui sebuah proses yaitu berubah wujud menjadi uap air, dimana kondisi suhu udara yang panas akan merubah uap air menjadi bentuk padat dan muncullah titik – titik embun di waktu pagi hari yang menempel di dedaunan. Nah, embun yang terkumpul dalam jumlah besar akan membentuk titik – titik yang kian hari semakin besar membentuk butir – butir air dimana dengan bantuan suhu udara panas di sekitarnya akan menyedot gumpalan – gumpalan embun tersebut ke angkasa dan jika jumlahnya sudah banyak maka akan menjadi awan.

Menurut penelitian menjelaskan bahwa pada tahapan ini butir – butir air mempunyai ukuran yang cukup besar yaitu kisaran 5 s/d 20 mm dimana ukuran butir – butir air ini sudah waktunya untuk jatuh ke permukaan Bumi dengan masing – masing memiliki kecepatan sekitar 0,01 hingga 5 cm / detik namun apabila diimbangi dengan kecepatan dari aliran udara ke atas langit yang melampaui butir – butir air tersebut maka akan menyebabkan hujan tidak jadi turun ke permukaan Bumi.

3. Melalui bantuan angin

Jika titik – titik awan di langit terkumpul dalam jumlah banyak, maka terbentuklah awan – awan kecil yang saling bertabrakan namun sebentar kemudian bersatu untuk membantu membentuk gumpalan awan yang lebih besar, awan – awan tersebut akan bergerak naik hingga kepada titik – titik suhu terendah, akhirnya awan berubah menjadi ‘kelabu’ seperti warnanya yang hitam pekat keabuan dan tebal.

4. Turunlah Hujan 

Seperti dijelaskan di atas, awan – awan kecil akan bersatu untuk membentuk gumpalan awan berukuran lebih besar dan berat, semakin lama warna awan yang sebelumnya putih dan bersih berubah menjadi kelabu dan agak hitam karena banyaknya air terkandung di dalamnya. Pada titik – titik tertentu, kumpulan air semakin besar dan berat serta tak bisa terbendung lagi maka butiran – butiran air akan berjatuhan ke Bumi yang dikenal dengan istilah / nama adalah fenomena alam yaitu hujan.

Baca Juga :

Kesimpulan yang bisa anda ambil dari keterangan yang kami uraikan tersebut di atas adalah sebagai berikut : panas dari Matahari akan memicu munculnya penguapan air di muka Bumi. Lalu terbentuk awan berasal dari uap – uap air yang naik ke angkasa dari Bumi, nah karena angin akan membawa awan – awan kecil saling bertabrakan, lalu bertemu dan berkumpul menjadi awan – awan besar. Angin berawan menjadi semakin berat dan berwarna kelabu karena di dalamnya banyak terkandung air, sehingga turunlah air hujan ke permukaan Bumi.

Semoga bermanfaat !

Pengertian Dan Proses Terjadinya Hujan | ilmuhewan | 4.5