Klasifikasi dan Morfologi Bunga Anggrek

By On Selasa, Maret 19th, 2019 Categories : Biologi, Info Lainnya

Klasifikasi dan Morfologi Bunga Anggrek – Halo kali ini kita akan membahas tentang apa itu tanaman Anggrek? Untuk sebagian orang yang tidak hidup di daerah dengan kehidupan tumbuh-tumbuhan, pasti merasa sedikit asing dengan tanaman ini. Untuk itu, saya jelaskan sekilas tentang tanaman anggrek.

Klasifikasi dan Morfologi Bunga Anggrek

Klasifikasi dan Morfologi Bunga Anggrek

Tanaman Anggrek adalah salah satu tanaman hias yang memiliki berbagai ragam variasi baik warna maupun bentuk bunga. Tanaman Anggrek sering dipilih orang sebagai hiasan pekarangan rumah mereka karena dikenal dengan keindahannya. Tanaman Anggrek merupakan tanaman hias tropis yang menjadi salah satu komoditas hortikultura yang banyak Indonesia.

Tetapi, bukan berarti tanaman Anggrek akan selamanya menjadi tanaman hias untuk dilihat keindahannya saja. Bunga tanaman Anggrek dapat diolah menjadi tonik / teh herbal untuk panjang umur dan membantu menyembuhkan penyakit demam dan nyeri sendi.

Sedangkan akar tanaman Anggrek berpotensi untuk diolah menjadi obat untuk  penyembuh sakit gigi dan telinga. Tanaman ini juga dipercaya dapat menghilangkan polusi serta racun di udara, sehingga menciptakan lingkungan yang bersih,sehat, dan indah..

Berdasarkan tempat tumbuh, tanaman Anggrek dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:

  • Anggrek Epifit
  • Anggrek Terestial
  • Anggrek Saprofit
  • Anggrek Litofit

Berikut ini adalah klasifikasi dtanaman Anggrek:

  • KINGDOM                : Plantae (Tumbuhan)
  • SUB KINGDOM       : Tracheobionta (Tumbuhan Berpembuluh)
  • SUPER DIVISI         : Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)
  • DIVISI                       : Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga)
  • KELAS                      : Liliopsida (Tumbuhan Monokotil)
  • SUB KELAS             : Lilidae
  • ORDO                      : Orchidales
  • FAMILI                      : Orchidaceae
  • GENUS                    : Phalaepnosis Blume

Tanaman Anggrek mempunyai akar yang berbentuk silindris dengan daging yang cukup lunak serta mudah patah. Ujung akar memiliki runcing dan licin.

 Jika akar tersebut sedang dalam kondisi kering, warna akar terlihat putih sedikit keperakan, tetapi ujung akar berwarna berbeda yaitu hijau kekuningan.

Warna akar tersebut akan mengalami perubahan jika Anggrek sudah tua, menjadi coklat dan terlihat kering. Akar tersebut berfungsi untuk mengambil, menyerap, dan mengantarkan zat hara ke seluruh bagian tanaman Anggrek, serta untuk menempel pada tempat tanaman tersebut tumbuh. Uniknya, akar ini juga dapat berfotosintesis karena terdapat butiran-butiran klorofil.

Pada batangnya Anggrek memiliki batang tebal yang merupakan batang semu, dikenal dengan istilah pseudobulb. Batang ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan air serta makanan saat Anggrek menghadapi kondisi lingkungan yang kering atau pada musim kemarau. Berdasarkan titik tumbuhnya, batang Anggrek dapat dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu:

  1. Monopodial
    • Memiliki satu batang dan satu titik tumbuh.
    • Bentuk batang ramping dan tidak berumbi.
    • Panjang batang dapat terus tumbuh dengan batas yang tidak terdefinisi.
    • Dapat diperbanyak dengan perkembangbiakan stek batang atau biji.
  2. Simpodial
    • Batang utama tersusun atas ruas-ruas tahunan.
    • Batang berumbi semu sebagai cadangan makanan.
    • Pertumbuhan batang terbatas.
    • Terdapat rhizome, yaitu penghubung antar tunas.
    • Dapat diperbanyak dengan cara perkembangbiakan keiki, stek batang, dan biji.

Daun Anggrek memiliki warna hijau tua dengan permukaan daun yang dilapisi kutikula (lapisan lilin). Kutikula tersebut berfungsi untuk melindungi dari serangan hama dan penyakit. Kedudukan daun sejajar berselingan.

Daun Anggrek memiliki tipe tulang daun sejajar, namun memiliki bentuk berbeda-beda tergantung varietasnya. Menurut jenis daunnya, Anggrek dibedakan menjadi 2, yaitu:

  1. Evergreen (Daun segar/hijau selalu).
  2. Decidious (Daun gugur).

Tanaman ini juga memiliki buah, berbentuk tipe lentera atau capsular dilengkapi dengan 6 buah rusuk. Tiga rusuk merupakan rusuk sejati, sedangkan tiga rusuk lainnya merupakan tempat melekatnya dua tepi daun buah yang berbeda.

Pada satu buah Anggrek, terdapat banyak sekali biji Anggrek (kisaran ribuan atau lebih) dalam bentuk yang sangat lembut dan berukuran kecil. Biji tersebut tidak memiliki endosperm sebagai cadangan makanan.

Bunga tanaman Anggrek memiliki bentuk khas yang juga digunakan sebagai penentu spesies Anggrek. Bunga ini biasanya tersusun majemuk dengan tangkai bunga sebagai tempat tumbuhnya, tangkai bunga tersebut muncul dan memanjang dari ketiak daun. Helaian kelopak bunga terlihat mirip dengan mahkota bunga.

Di dalamnya terdapat benang sari dan putik, walaupun begitu, tanaman ini membutuhkan bantuan organisme lain untuk membantu penyebaran serbuk sari ke mulut putik.

Demikian penjelasan tentang klasifikasi dan morfologi bunga anggrek semoga dapat berguna dan bermanfaat bagi anda, sekian terima kasih.

Klasifikasi dan Morfologi Bunga Anggrek | ilmuhewan | 4.5