Fase – Fase Meiosis

By On Kamis, Januari 10th, 2019 Categories : Biologi

Fase – Fase Meiosis – Seperti diketahui bahwa ‘Meiosis’ hampir mirip dengan ‘Mitosis’. Hanya saja Meiosis terdiri atas 2 kelompok pembelahan yaitu Meiosis I dan Meiosis II. Di dalam rangkaian Meiosis I, zat – zat ‘kromosom homolog’ akan memasangkan / memfungsikan dirinya masing – masing terhadap lempeng Metafase untuk selanjutnya berpindah kepada kutub – kutub yang berlawanan.

1. ’Profase’ I

Pada fase ini dapat dimulai sebuah proses yang terjadi pada Mitosis. Diketahui bahwa ‘Nukleolus’ akan menghilang dan kromatid mulai mengalami pemadatan guna berubah menjadi kromosom. Selanjutnya selaput inti akan terpecah disertai dengan terjadinya pembentukan aparatus gelendong. Nah saat kromosom memadat inilah akan mewakili perilaku yang berbeda – beda dibandingkan apa yang sudah terjadi dalam proses Mitosis.

Selama berlangsungnya profase I ini, kromosom akan saling berpasangan terhadap sebuah proses yang selanjutnya dikenal dengan istilah’sinapsis’. Pasangan dari kromosom masing – masing disebut dengan nama ‘tetrad’ atau ‘bivalen’. Selama berlangsungnya proses ‘sinapsis’ maka daerah masing – masing akan berhubungan untuk membentuk kiasmata / ‘asosiasi’ dekat di sepanjang kromatid tak bersaudara. Kiasmata dalam fase ini adalah wadah untuk menampung ‘materi genetik’ akan ditukar dengan kelompok – kelompok kromatid homolog tak bersaudara / proses perpindahan silang. Hasilnya adalah rekombinasi genetik kedua orangtua akan bercampur.

2.’Metafase’ I

Melalui fase ini terjadi pasangan kromosom homolog yang tersebar ke dalam seluruh area lempeng Metafase. Mikrotubula membentuk sifat yang memanjang dari satu kutub lalu menempel ke area ‘kinetokori’ terhadap sebuah anggota dari masing – masing pasangan homolog. Dari Mikrotubula kutub lain akan terhubung rangkaian proses ke dalam masing – masing anggota kedua pasangan homolog.

3. ’Anafase’ I

Fase ini terjadi ketika homolog di dalam area ‘tetrad’ saling berpisah ketika masing – masing ditarik ke kutub yang berlawanan.

4. ’Telofase’ I

Kromosom sudah berhasil mencapai masing – masing kutub disertai membran inti yang terbentuk di sekitar mereka bekerja. Setiap kutub akan membentuk inti baru yang masing – masing mempunyai kromosom setengah jumlah namun tiap kromosom diketahui mengandung 2 buah kromatid. Sel – sel yang terbentuk menjadi haploid karena adanya inti anak hanya bisa dan mampu menghasilkan setengah jumlah kromosom.

5. ’Sitokinesis’

Dalam fase tahap lima ini terjadi dan akan membentuk 2 sel anak Interfase melalui sebuah rangkaian proses yang singkat untuk dapat terjadi setelahnya namun tak akan terjadi ‘replikasi’ kromosom. Pada fase ini juga terjadi proses Meiosis yang keduanya dimulai di bagian kedua inti anak.

6. ’Profase’ II

Fase ini menjelaskan tentang bagian selaput inti menghilang, lalu membentuk gelendong baru dimana memperlihatkan sebuah kondisi tak ada ‘kiasmata’ ataupun perpindahan silang dari ‘material genetik’ seperti halnya yang terjadi pada Profase I.

7. ’Metafase’ II

Pada fase ketujuh ini, kromosom akan saling berbaris satu per satu dengan rapi di area lempeng Metafase. Masing – masing barisan kromosom akan melalui kejadian seperti halnya rangkaian proses yang terjadi dalam Mitosis. Hanya saja pada fase ini mempunyai / menyimpan setengah dari jumlah kromosom. 

8. ’Anafase’ II

Fase ini memulai kegiatannya dengan saat kromosom ditarik untuk selanjutnya menjadi 2 bagian kromatid yang dilakukan oleh ‘Mikrotubula’ dibagian ‘aparatus gelendong’. Selanjutnya kromatid / kromosom akan mengalami perpindahan ke kutubnya masing – masing dimana kondisi ini sama halnya menyerupai keadaan yang terjadi dalam proses Mitosis secara umum, kecuali apabila kondisi dalam keadaan hanya setengah kromosom saja.

9. ’Telofase’ II

Pada fase ini ditemukan selaput inti akan kembali muncul pada masing – masing kutub dan disertai dengan fase Sitokinesis dan terjadilah rangkaian proses yang dimaksud. Untuk hasil akhir dari rangkaian fase Meiosis ini merupakan kegiatan yang terdiri dari 4 sel – sel haploid. Setiap sel akan mengandung setengah jumlah kromosom, adapun masing – masing kromosom terdiri atas satu ‘kromatid’.

Proses Akhir Meiosis Dengan 4 Sel Anak

Fase – fase Meiosis tersebut di atas akan berakhir terhadap rangkaian proses dengan menghasilkan masing – masing 4 sel anak ‘Haploid’ yang mempunyai masing – masing setengah jumlah ‘kromosom’. Kondisi ini dikenal dengan istilah ‘gamet’ / sperma dan sel telur.

Gamet berhubungan dekat dengan hasil penggabungan antara sperma dengan sel telur lalu proses pembuahan yang menghasilkan sebuah sel ‘diploid’ yang membutuhkan waktu maksimal 9 bulan sebagai zigot. Zigot yang dimaksud selanjutnya membelah sendiri secara Mitosis guna mendapatkan / menghasilkan embrio dari janin yang memiliki sifat multiselular. Setelah memasuki masa 9 bulan maka rangkaian sel – sel tersebut akan menjadi seorang bayi dan akan lahir. Maka dari itu masing – masing pasang dari ‘kromosom homolog’ di dalam area zigot diploid selanjutnya akan mewakili sifat dari sang ayah atau bunda.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang fase Meiosis, semoga bermanfaat bagi para pembaca yang baik hati !

Fase – Fase Meiosis | ilmuhewan | 4.5