Cara Budidaya Tanaman Ubi Jalar

By On Rabu, April 10th, 2019 Categories : Biologi

Cara Budidaya Tanaman Ubi Jalar – Masyarakat Indonesia terbiasa untuk mengkonsumsi nasi sebagai sumber karbohidrat akan tetapi, terdapat sumber karbohidrat yang lainnya loh, yaitu ubi jalar. Siapa sih diantara kalian yang tidak tau dengan ubi ini? Tanaman yang biasa disebut ketela rambat pada beberapa daerah di indonesia ini sebenarnya memiliki bahasa ilmiah, yaitu Ipomoea Batatas L. Merupakan makanan atau tanaman yang berasal dari Amerika Selatan yang memiliki suhu tropis.

Ketela ini cocok sekali di tanam di tempat yang memiliki ketinggian 500 mdpl. Tetapi saat ini ketela juga dapat ditanam di ketinggian kurang lebih sekitar 1000 mdpl, namun dengan memakan waktu budidaya yang lebih lama dari pada umumnya.

Ubi jalar atau ketela rambat ini ditanam di tempat yang bersuhu kurang lebih sekitar 21-27 derajat Celcius dan dapat juga di tanam di daerah tropis dengan curah hujan sekitar 750-1500 mm/tahun. Karena sinar matahari sangat penting dan berguna untuk pertumbuhan tanaman jenis umbi-umbi an ini, yaitu sekitar 11-12 jam sehari.

Penyiapan bibit ubi jalar

Dalam penyiapan bibit dalam budidaya ubi jalar ini bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan cara generatif dan vegetatif. Pertama adalah perbanyakan melalui umbi.

Pada cara generatif biasanya jarang sekali dilakukan dalam penanaman ubi jalar dalam skala luas. Cara ini biasanya dipakai untuk memperbanyak bibit unggul dalam skala yang terbatas atau untuk mengembalikan sifat-sifat unggul sang induk.

Cara kedua adalah cara vegetatif dengan cara distek. Calon indukan ini bisa diambil dari umbi yang berumur di atas sekitar dua bulan yang memiliki ruas yang pendek. Caranya, potong batang tanaman umbi sepanjang 15-25 cm. Nah, setiap potongan tersebut setidaknya terdapat minimal dua ruas batang. Kemudian papas sebagian pada daun-daunan nya untuk mengurangi penguapan. Lalu ikat batang yang telah distek dan biarkan kurang lebih selama satu minggu dan harus di tempat yang teduh.

Perlu diketahui perbanyakan dengan stek hanya dianjurkan untuk 3-5 generasi penanaman. Untuk lebih dari itu tidak dapat dilakukan lagi.

Pengolahan  tanah

Perlu diketahui kondisi tanah yang cocok untuk menanam ubi jalar ialah tanah yang lempung yang berpasir, gembur dengan banyak mengandung hara dan memiliki drainase yang baik. Menanam ubi jalar dengan keadaan tanah yang kering dan retak-retak, akan menurunkan imunitas pada hasil tanaman nya.

Kemudian pada derajat keasaman tanah yang ideal dan cocok untuk ubi jalar kurang lebih  sekitar 5,5-7,5 pH. Tanaman ini pasti akan tumbuh baik pada lahan tegalan atau tanah bekas sawah.

Penanaman ubi jalar sendiri pun relatif tidak membutuhkan pupuk yang banyak. Apalagi ditanam di lahan bekas sawah. Sebelum menanam ubi jalar, hendaknya tanah dibajak atau dicangkul supaya gembur. Kemudian bentuk bedengan setinggi 30-40 cm. Buat lebar bedangan 60-100 cm dengan jarak antar bedengan 40-60 cm. Panjang bedengan mengikuti bentuk lahan.

Untuk penanaman ubi jalar secara organik, wajib berikan pupuk dasar nya yaitu berupa pupuk kandang atau kompos. Caranya, campurkan pupuk ketika pembuatan bedengan dengan dosis kurang lebih 20 ton per hektar.

Penanaman ubi jalar

Cara menanam ubi jalar yang benar ialah dengan membenamkan 2/3 stek batang kedalam tanah. Dalam satu bedengan terdapat dua baris tanaman. Yang paling penting beri jarak antar tanaman dalam satu baris sekitar 30 cm dan jarak antar baris sekitar 40 cm.

Di awal pertumbuhan usahakan jaga kelembaban tanah. Lakukan penyiraman pada tanaman setiap pagi dan sore hari. Penyiraman harus mulai dihentikan setelah tanaman terlihat tumbuh, yang dicirikan dengan keluarnya daun baru.

Cara pemeliharaan dan perawatan

Tanaman ubi ialah tanaman yang dapat tahan dalam kekeringan. Dengan intensitas hujan dua minggu sekali saja, sudah cukup memberikan asupan air bagi tanaman ini.

Setelah 2-3 minggu penanaman, periksa keseluruhan tanaman. Penyulaman dapat dilakukan dengan mencabut tanaman tersebut yang sudah mati dan menggantinya dengan stek batang yang baru.

Pada umur 4 minggu setelah penanaman, mulai lakukan pembongkaran pada tanah di bagian kiri dan bagian kanan tanaman, radius 10 dari tanaman. Hal ini dimaksudkan agar akar tanaman tidak menjalar kemana-mana sehingga umbi terkonsentrasi pada jalur penanaman. Aktivitas ini dilakukan sekaligus dengan menyiangi gulma.

Pada umur 6-8 minggu setelah tanam, tanah yang tadinya dibongkar kemudian tutup kembali juga jangan lupa untuk ikut serta merapikan akar-akar yang menjalar keluar. Kegiatan perapihan akar ini penting karena jika menjalar kemana-mana, umbi yang dihasilkan tidak akan terlalu besar. Jika akar tidak ditertibkan, bisa jadi umbinya banyak namun ukurannya kecil-kecil.

Pemanenan  ubi jalar

Waktu panen pada tanaman ubi jalar dilakukan pada umur 3,5-4 bulan. Perhatikan cuaca saat menjelang panen, atau umur tanaman di atas sekitar 3 bulan. Umbi yang siap panen harus dihindari dari hujan deras dikarenakan akan membuat umbi membusuk. Apabila terjadi hal tersebut lakukan pemanenan pada umbi maksimal sekitar 7 hari setelah hujan datang.

Panen dikatakan berhasil jika tiap satu bibit yang ditanam dapat menghasilkan minimal 1 kg umbi. Setelah dipanen, ubi jalar dicuci dan disortir kemudian masukkan dalam karung dan simpan ditempat kering sebelum dijual ke pasar .

Berikut panduan dan langkah tepat dalam memulai penanaman ubi jalar :

  1. Jika anda ingin melakukan penanaman maka anda memerlukan bibit dari ubi jalar. Bibit ini bisa di beli di toko bibit maupun, anda langsung melakukan pembibitan seperti cara menanam ubi jalar sistem mulsa plastik.
  2. Untuk melakukan pembibitan tidaklah sulit hanya memerlukan beberapa hal sederhana seperti sebuah umbi yang disisakan. Letakan di tempat yang lembab agar mempercepat pertumbuhan tunas.
  3. Jika tunas sudah mulai nampak dan mulai keluar dari umbi, maka segera pisahkan tunas-tunas tersebut. Karena akan memudahkan kalian nantinya agar mendapatkan banyak tunas yang dapat dijadikan bibit.
  4. Dan setelah anda selesai dengan penumbuhan tunas, maka carilah peralatan yang tajam dan bersih seperti pisau potong. Kemudian potong bagian tunas.
  5. Potonglah secara perlahan bagian disekitar umbi di dekat tunas yang telah terbentuk. Kemudian tanam ke dalam media penanaman bibit.
  6. Bisa menggunakan tray semai atau menggunakan polybag. Isi dengan campuran kompos dan tanah yang humus. Ini akan memudahkan perkembangan bibit hingga menjadi bibit yang cukup umur dan cukup ketinggiannya untuk langsung ditanam.
Cara Budidaya Tanaman Ubi Jalar | ilmuhewan | 4.5